Saham Nvidia Melemah Akibat Prediksi Penurunan Harga Chip AI
Saham Nvidia mengalami masa sulit belakangan ini di pasar modal. Para trader di platform Kalshi memprediksi harga chip perusahaan juga akan menurun.
Baca Juga
Kalshi Targetkan Wall Street Usai Transaksi Tembus USD 17 Miliar Trader Kalshi Prediksi Federal Reserve Naikkan Suku Bunga Trader Kalshi Prediksi Fed Naikkan Suku Bunga Tahun IniMelansir data perdagangan tahun 2026, saham produsen chip kecerdasan buatan ini hanya naik 12 persen. Angka ini tertinggal jauh dari performa industri sejenis.
Merujuk perbandingan pasar, VanEck Semiconductor ETF justru melonjak hingga 84 persen tahun ini. Nvidia tampak mulai ditinggalkan oleh fokus utama Wall Street.
Para investor kini mengalihkan perhatian pada sektor memori dan infrastruktur pendukung. Tren baru ini mendorong keuntungan besar bagi pesaing seperti Micron Technology.
Penurunan performa saham ini berjalan beriringan dengan merosotnya harga komputasi chip B200. Produk tersebut merupakan graphics processing unit andalan utama milik Nvidia.
Berdasarkan data Ornn, harga sewa per jam B200 sempat mencapai titik tertinggi. Nilai komputasi tersebut berada di angka 6,11 dolar AS pada Mei.
Namun harga sewa tersebut kini merosot menjadi 4,22 dolar AS per Juni. Para trader Kalshi merasa pesimis harga chip tersebut bisa bangkit kembali.
Mayoritas perusahaan saat ini lebih memilih menyewa akses GPU lewat penyedia awan. Biaya sewa ini sangat fluktuatif mengikuti dinamika permintaan infrastruktur kecerdasan buatan.
Meskipun ada tekanan pasar, Nvidia baru saja mendapatkan angin segar dari Google. Perusahaan raksasa Google sepakat menyewa kapasitas komputasi dalam jumlah yang sangat besar.
Melansir laporan analis RBC Capital Markets, kesepakatan sewa tersebut menguntungkan posisi Nvidia. Perusahaan dinilai tetap memimpin pasar dalam jangka pendek.
Rekomendasi Untukmu