Kalshi Targetkan Wall Street Usai Transaksi Tembus USD 17 Miliar
Platform pasar prediksi Kalshi mencatat lonjakan volume perdagangan yang sangat signifikan.
Baca Juga
Pedagang Kalshi Prediksi Laporan Pekerjaan Mei Lampaui Ekspektasi S&P 500 Naik Awal Juni Disokong Saham Teknologi NvidiaMelansir CNBC, total kontrak perdagangan pada Mei mencapai 17 miliar dolar AS.
Angka ini menunjukkan lonjakan performa hingga 2500 persen dibanding tahun lalu.
Pertumbuhan astronomis ini awalnya didorong oleh aktivitas para pedagang ritel individu.
Namun kini Kalshi fokus mengejar adopsi dari kelompok investor institusi.
Kalshi telah melakukan berbagai langkah strategis sepanjang tahun 2026 ini.
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya tarik platform bagi pelaku Wall Street.
Perusahaan menjalin kemitraan dengan pialang dan membangun infrastruktur perdagangan baru.
Motivasi utama dari ketertarikan institusi ini adalah untuk kebutuhan lindung nilai.
Perusahaan kini bisa bertaruh langsung pada kontrak biner terkait suatu peristiwa.
Kontrak tersebut mencakup hasil pemilu, peristiwa cuaca, hingga data makroekonomi.
Pada Mei, Kalshi mengumumkan estimasi valuasi perusahaan mencapai 22 miliar dolar AS.
Nilai valuasi ini meningkat dua kali lipat dalam waktu lima bulan.
Volume perdagangan dari sektor institusi dilaporkan melonjak hingga 800 persen.
Kalshi juga sukses memfasilitasi transaksi blok pertama pada April lalu.
Kemitraan baru dijalin bersama Solidus Labs untuk pengawasan risiko platform.
Kerja sama dengan Tradeweb Markets juga memperluas akses data bagi perusahaan.
Selain itu, FIS dilibatkan untuk mengembangkan program kliring transaksi mereka.
Kontrak Kalshi kini terintegrasi di platform Clear Street dan Interactive Brokers.
Namun, beberapa pihak masih meragukan tingkat permintaan dari investor besar.
Charles Schwab menyatakan minat klien terhadap pasar prediksi masih sangat rendah.
Faktor biaya transaksi juga dinilai berpotensi membatasi keuntungan pemodal besar.
Meski demikian, likuiditas pasar diprediksi akan semakin kuat ke depannya.
Kehadiran institusi diyakini tidak akan menyingkirkan para pedagang ritel individu.
Rekomendasi Untukmu