Trader Option Mulai Bertaruh Melawan Obligasi High-Yield
Pasar utang saat ini sedang mengalami guncangan yang signifikan. Perhatian para trader options kini tertuju pada obligasi high-yield. Hal ini terjadi setelah pertemuan pertama Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh.
Baca Juga
Investor Mulai Taruhan Melawan Sektor Obligasi High-Yield Data Inflasi Pekan Depan Menjadi Penentu Arah Pasar Saham Bank of America Sarankan Ambil Keuntungan Akibat Banyak Sinyal BahayaMelansir data dari ThinkorSwim, iShares iBoxx High Yield Corporate Bond ETF atau HYG mengalami lonjakan volume put option yang sangat tinggi. Volume put option bahkan mencapai lima kali lipat dari volume call option.
Salah satu transaksi besar tercatat ketika seorang investor membayar sebesar 1,3 juta dolar AS. Investor tersebut membeli 20.000 kontrak put option dengan strike 75 untuk jatuh tempo Januari 2027.
Banyak pelaku pasar mengaitkan aksi bearish ini dengan pergantian kepemimpinan di Federal Reserve. Perubahan kebijakan moneter memaksa para pedagang obligasi untuk menganalisis ulang strategi investasi mereka.
Merujuk pada data kepemilikan iShares, faktor lain yang memicu tekanan adalah penurunan harga minyak mentah. Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuat harga minyak menyentuh level terendah.
Sektor energi memiliki bobot lebih dari 11 persen di dalam ETF HYG. Penurunan harga komoditas ini otomatis berdampak negatif pada kinerja obligasi korporasi yield tinggi.
Saat ini, kontrak put option dengan strike 77 yang kedaluwarsa Agustus menjadi yang paling populer. Para pembeli membutuhkan penurunan harga HYG sebesar 4 persen lagi untuk mencapai titik impas.
Rekomendasi Untukmu