Bursa Saham AS Mendatar Setelah Saham Teknologi Melemah
Kontrak berjangka S&P 500 diperdagangkan mendekati garis datar pada Senin malam waktu setempat. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual saham perusahaan teknologi raksasa.
Baca Juga
Bursa Saham AS Bangkit Saham Chip Pacu Kenaikan Nasdaq 2 Persen S&P 500 Naik Awal Juni Disokong Saham Teknologi Nvidia Nasdaq Anjlok 4 Persen Akibat Aksi Jual Masal Saham ChipMelansir data perdagangan, kontrak berjangka S&P 500 tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,1 persen. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 juga ikut melemah 0,2 persen.
Indeks Dow Jones Industrial Average justru menunjukkan pergerakan positif dengan kenaikan tipis 22 poin. Kenaikan saham Caterpillar menjadi pendorong utama penguatan indeks Dow Jones.
Sektor teknologi secara umum menarik turun indeks S&P 500 sebesar 0,37 persen. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi teknologi melemah lebih dalam sebesar 1,32 persen.
Para investor tampak mulai beralih dari kelompok saham raksasa Magnificent Seven. Saham Amazon merosot hampir 5 persen, sementara Meta Platforms ikut turun 2 persen.
Saham Alphabet juga tergelincir 5 persen dan mencatat performa harian terburuknya. Penurunan ini terjadi setelah dua peneliti kecerdasan buatan terkemuka mereka hengkang.
Merujuk situasi pasar, Liz Ann Sonders dari Charles Schwab memberikan analisisnya. Retail trader kini lebih fokus pada produk ETF dibanding perdagangan saham individu.
Sonders menambahkan bahwa laporan laba perusahaan tetap menjadi pendukung mendasar bagi saham. Di sisi lain, pasar saham kawasan Asia-Pasifik juga bergerak bervariasi.
Harga minyak dunia sempat tergelincir setelah ada kemajuan dalam negosiasi Amerika Serikat dan Iran. Namun harga minyak kembali naik tipis pada perdagangan Selasa pagi.
Kawasan Asia menyambut baik perkembangan dialog tersebut meskipun saham Korea Selatan tetap melemah. Penurunan saham Korea Selatan dipimpin oleh produsen chip seperti Samsung Electronics.
Rekomendasi Untukmu