Imbal Hasil Treasury AS Naik Menanti Data Inflasi
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau U.S. Treasury bergerak naik tipis pada perdagangan Kamis. Pergerakan ini terjadi saat bursa Wall Street menanti rilis data inflasi terbaru.
Baca Juga
Sikap Pasar Wall Street Terhadap Komoditas Emas Mulai Berubah Kekhawatiran Keuangan Rumah Tangga AS Capai Level Tertinggi Sejak 2022 Trader Kalshi Prediksi Fed Naikkan Suku Bunga Tahun IniMelansir laporan keuangan terkini, data inflasi tersebut akan menunjukkan dampak perang Iran terhadap harga komoditas. Investor mengamati pergerakan pasar obligasi dengan sangat cermat.
Imbal hasil untuk obligasi U.S. Treasury tenor 10 tahun naik menjadi 4,412 persen. Obligasi jangka menengah tersebut menjadi acuan penting pinjaman pemerintah Amerika Serikat.
Sementara itu, imbal hasil untuk tenor 2 tahun naik menjadi 4,148 persen. Pergerakan instrumen ini biasanya melacak kebijakan suku bunga jangka pendek Federal Reserve.
Merujuk pada data pergerakan pasar, imbal hasil untuk obligasi tenor 30 tahun cenderung stabil. Instrumen jangka panjang tersebut bertahan pada level 4,862 persen.
Para investor kini sedang fokus menunggu rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE. Indikator ekonomi bulan Mei ini merupakan pengukur inflasi utama bagi Federal Reserve.
Para ekonom memproyeksikan indeks PCE inti bulanan akan naik sebesar 0,3 persen. Angka estimasi tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan pencapaian bulan April.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia justru dilaporkan mengalami penurunan signifikan. Kondisi pasokan minyak global diperkirakan membaik setelah kapal tanker mulai melewati Strait of Hormuz.
Rekomendasi Untukmu