Kekhawatiran Keuangan Rumah Tangga AS Capai Level Tertinggi Sejak 2022
Melansir survei terbaru dari Federal Reserve Bank of New York, kekhawatiran finansial rumah tangga meningkat tajam. Banyak warga Amerika Serikat merasa kondisi keuangan mereka jauh lebih buruk dibanding tahun lalu.
Baca Juga
Bursa Saham AS Bangkit Dipicu Lonjakan Saham Sektor Chip Pedagang Kalshi Prediksi Laporan Pekerjaan Mei Lampaui Ekspektasi Trader Kalshi Prediksi Federal Reserve Naikkan Suku BungaPersentase masyarakat yang merasa kondisi ekonominya memburuk kini mencapai level tertinggi sejak Juli 2022. Fenomena ini tercatat dalam laporan Survey of Consumer Expectations yang dirilis hari Senin.
Data New York Fed menunjukkan total warga yang mengeluhkan pemburukan ekonomi mencapai 43,7 persen. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi baru sejak bulan Januari 2023.
Merujuk pada laporan yang sama, prospek keuangan untuk tahun depan juga dinilai tidak menjanjikan. Hanya sedikit responden yang optimis bahwa kondisi finansial mereka akan segera membaik.
Kekhawatiran ini muncul di tengah ketakutan konsumen terhadap dampak inflasi akibat perang Iran. Konflik geopolitik tersebut telah memicu lonjakan harga energi di pasar global secara signifikan.
Beberapa pejabat Federal Reserve mengkhawatirkan konflik yang berkepanjangan dapat meningkatkan ekspektasi inflasi jangka panjang. Situasi ini dinilai mempersulit upaya pemulihan stabilitas ekonomi domestik.
Meskipun demikian, ekspektasi inflasi konsumen untuk jangka waktu satu tahun relatif stabil pada 3,5 persen. Konsumen justru memprediksi kenaikan harga pangan dan biaya sewa tempat tinggal.
Masyarakat kini tengah menunggu rilis data indeks harga konsumen terbaru dari Bureau of Labor Statistics. Para ekonom memproyeksikan inflasi utama bulan Mei akan meningkat menjadi 4,2 persen.
Komite Federal Open Market Committee dijadwalkan akan mengambil keputusan suku bunga pada pertengahan Juni. Pelaku pasar memprediksi adanya peluang kenaikan suku bunga acuan pada akhir tahun nanti.
Rekomendasi Untukmu