Kontraksi Saham Raksasa Teknologi Tekan Pergerakan Kontrak Berjangka S&P 500
Pergerakan kontrak berjangka S&P 500 dilaporkan bergerak stagnan pada perdagangan Kamis malam waktu setempat. Melansir CNBC, kondisi ini dipicu oleh penurunan performa emiten teknologi raksasa dunia. Saham sektor teknologi yang melemah secara signifikan turut menyeret pergerakan indeks pasar secara luas.
Baca Juga
Bursa Saham AS Mendatar Setelah Saham Teknologi Melemah S&P 500 Naik Awal Juni Disokong Saham Teknologi Nvidia Saham Apple Anjlok, Indeks Nasdaq Tertekan Selama Empat HariData pergerakan bursa menunjukkan kontrak berjangka Nasdaq 100 juga bergerak mendekati garis datar. Di sisi lain, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average berhasil naik sekitar 45 poin. Investor tercatat terus keluar dari saham-saham berbasis teknologi terkemuka sepanjang pekan ini.
Aksi pelepasan saham tersebut menyebabkan indeks Nasdaq Composite mengalami penurunan sebesar 0,46 persen. Koreksi ini menjadi tren penurunan empat hari beruntun pertama bagi Nasdaq sejak Februari. Sementara itu, indeks acuan S&P 500 dilaporkan ikut tergelincir tipis sebesar 0,01 persen.
Merujuk situasi pasar reguler, tekanan pada indeks dipicu kejatuhan saham Apple sebesar 6 persen. Emiten ini menaikkan harga perangkat iPad dan MacBook akibat lonjakan biaya komponen memori. Keputusan serupa diambil Microsoft yang menurunkan performa sahamnya setelah menaikkan harga konsol game Xbox.
Sentimen negatif dari Wall Street langsung berdampak buruk pada pembukaan bursa Asia-Pasifik hari Jumat. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan wilayah dengan koreksi tajam sebesar 1,44 persen. Selanjutnya, indeks Nikkei 225 asal Jepang juga terpantau melemah 0,88 persen.
Pelaku pasar kini bersiap menghadapi potensi volatilitas yang lebih tinggi di sektor teknologi global. Kondisi pasar saat ini dinilai sedang menguji keyakinan investasi para pemegang modal dunia. Fokus perhatian pasar berikutnya akan tertuju pada rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat.