Bursa Saham AS Menguat Saat Saham Cip Bangkit dan Konflik Mereda
Melansir laporan terbaru, bursa saham Amerika Serikat bergerak menguat pada perdagangan hari Senin waktu setempat. Kenaikan ini dipicu oleh pulihnya sektor teknologi setelah mengalami aksi jual besar-besaran.
Baca Juga
Saham Chip Anjlok, Indeks Nasdaq Catat Penurunan Kelima Nasdaq Melemah Lima Hari Beruntun Akibat Aksi Jual Saham Cip Saham Apple Seret Nasdaq Melemah Saat Dow Jones Cetak Rekor BaruIndeks S&P 500 tercatat naik 1 persen, sedangkan Nasdaq Composite melonjak hingga 1,6 persen. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ikut terdongkrak naik sebesar 0,3 persen.
Saham produsen memori chip Micron Technology memimpin penguatan dengan kenaikan mencapai hampir 10 persen. Saham raksasa teknologi lain seperti Nvidia dan Broadcom juga terpantau bergerak di zona hijau.
Merujuk pada data perdagangan sebelumnya, indeks Nasdaq sempat anjlok 4,2 persen pada hari Jumat. Investor saat itu cenderung melakukan aksi ambil untung karena mengkhawatirkan valuasi yang terlalu tinggi.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar global pada akhir pekan. Iran dilaporkan sempat meluncurkan serangan rudal balistik baru ke wilayah pertahanan strategis Israel.
Presiden Donald Trump segera mengimbau kedua belah pihak untuk melakukan gencatan senjata secepatnya. Negosiasi perdamaian dikabarkan terus berjalan meskipun sempat terjadi eskalasi serangan balasan.
Kementerian Luar Negeri Iran kemudian menyatakan bahwa operasi militer mereka telah resmi berakhir. Namun, mereka tetap memperingatkan akan merespons jika Israel kembali menyerang wilayah Lebanon.
Kabar penghentian operasi militer ini langsung meredakan kepanikan di pasar komoditas global. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate sempat turun dari level tertingginya ke kisaran 91 dolar AS per barel.
Investor minggu ini juga fokus pada data inflasi terbaru yang segera dirilis pemerintah. Selain itu, pasar menanti debut penawaran saham perdana SpaceX milik Elon Musk pada hari Jumat mendatang.
Rekomendasi Untukmu
Bank of America Sarankan Ambil Keuntungan Akibat Banyak Sinyal Bahaya